Bunga yang menyatukan bangsa

Bangsa kita agung dan mulia, bukan karena azas negara yang kita definisikan. Bangsa kita agung dan mulia, karena anugerah Tuhan YME

Alkisah, Republik Bergoyang kembali digoyang isu azas negara. Para wakil rakyat dari berbagai partai politik bertengkar tentang azas yang seharusnya dianut negara. Di satu sisi, terdapat partai-partai liberal, di sisi lain terdapat partai sosialis, dan di sisi lain terdapat partai-partai agamis.

Berikut argumen mereka:

Anggota MPR #1: Dengan azas liberalisme sebagai dasar negara, semua orang akan mendapat penghargaan yang setimpal dengan kerja yang mereka lalukan. Dengan demikian, rakyat kita akan terdorong untuk bekerja keras. Bangsa kita akan maju dalam waktu yang singkat, dan rakyat akan sejahtera.

Anggota MPR #2: Liberalisme tidak efektif untuk bangsa kita. Orang-orang yang mempunyai kekayaan berlebih pada akhirnya akan memeras rakyat jelata. Bila hal itu terjadi, bagaimana kita bisa mempertanggung jawabkan tujuan utama kita: membuat seluruh rakyat sejahtera ? Saya mengusulkan agar azas negara kita berubah menjadi sosialisme. Dengan demikian, seluruh rakyat akan menikmati kesejahteraan yang sama.

Anggota MPR #3: Semua itu omong kosong. Liberalisme dan sosialisme adalah konsep-konsep buatan manusia. Tidak ada yang lebih tinggi dari konsep yang diberikan Allah sendiri. Kl kita berpegang teguh pada azas agamis, niscaya Republik Bergoyang akan lebih dicintai Allah, dan rakyat akan bahagia sejahtera sentosa selamanya..

Tak lama kemudian, rapat MPR berubah menjadi debat kusir. Tiga hari sesudah itu, partai-partai politik mulai bikin koalisi dan aliansi. Mahasiswa dan simpatisan partai kemudian ramai turun ke jalan, mendemo partai ini-itu dan aliansi ini-itu yang berseberangan dengan pandangan mereka.

Ketua MPR kemudian sakit kepala (maklum rapat BLT dan subsidi BBM belum ada yang beres,red). Dia kemudian meminta nasehat dari Abunawas, staf ahli DPR asli Baghdad yang menjadi pengungsi di Republik Bergoyang sejak negerinya di-roket USA. Abunawas memberikan nasehat jitu:

Abunawas: Wes ewes ewes ba blas angine (yang artinya….Redaksi: Yang bener aja ??? Gw mana bisa bahasa Iraq, coy).

Ketua MPR pun akhirnya mengumpulkan seluruh anggota MPR untuk bersidang. Kali ini, ketua MPR menyuruh agar bunga bougenville ditaruh di depan ruangan sidang.

Ketua MPR: Sebelum sidang dimulai, saya ingin Saudara-Saudari sekalian untuk memberikan pendapat tentang bunga bougenville ini. Kira-kira bunga ini berwarna apa ?

Anggota MPR#1: Saya harap yang terhormat Bapak Ketua belum buta warna. Menurut saya, warna bunga itu adalah merah.

Ketua MPR: Anda yakin ?

Anggota MPR#2: Perlu saya tambahkan bahwa warna merah yang dimaksud Saudara X adalah merah keungu-unguan.

Anggota MPR#3: Dari sudut pandang saya, warna sebenarnya adalah ungu kemerah-merahan

Anggota MPR#4: Yang jelas warna putiknya hijau, warna favorit partai saya

Ketua MPR: Jadi seharusnya apa warna bunga ini ?

Anggota MPR#1: Berdasarkan pengamatan saya dan Saudara Y, karena merah adalah warna dominan, warna bunga tersebut adalah merah

Anggota MPR#3: Jika demikian, bunga tersebut tidak layak disebut bougenville lagi donk. Lebih layak disebut bunga mawar, karena warnanya sama-sama merah.

Anggota MPR#4: Yang jelas kl warnanya nggak hijau, berarti bukan bunga favorit partai saya.

Dan debat kusir pun dimulai kembali.

Ketua MPR: Diam semua!!! Kali ini saya yang memberikan pendapat saya. Saya harap kalian semua tahu, bahwa apapun warna yang kalian definisikan untuk bunga ini, keindahan bunga ini tidak berkurang sedikit pun. Bunga ini indah, karena diciptakan indah. Demikian juga dengan bangsa kita. Bangsa kita agung dan mulia, bukan karena azas negara yang kita definisikan. Bangsa kita agung dan mulia, karena anugerah Tuhan YME. Tetapi, definisi-definisi yang kita berikan, justru merusaknya. Kenapa kita harus bersikeras dengan definisi-definisi yang menghancurkan diri kita sendiri ?

Dan, alkisah juga, sampai hari ini isu perubahan azas negara belum pernah lagi menerpa Republik Bergoyang.




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s


  • Recent Posts

  • Archives

  • Categories


%d bloggers like this: