Sepak Bola dan Gengsi

Asian Football Cup 2007 sudah berakhir, tapi perbincangan soal sepak bola nasional malaysia blom juga selesai. Tiap hari, di kolom olahraga, semua orang, dari menteri, pengusaha, pemain bola, atlet, dll turut menyumbang komentar masing-masing.

Yang jelas Malaysia sangat ga terima dengan kekalahan telak mereka di AFC 2007. Lucunya, kebanyakan komentar justru membandingkan kekalahan Malaysia versus kekalahan Indonesia. Aneh bin ajaib..Bukannya malah membandingkan cara Iraq membina sepak bola, malah membandingkan kekalahan dari tim yang kalah juga.

Berikut adalah beberapa komentar yang gw masih ingat :
– Timnas Indonesia solid, didukung rakyat Indon, sampai Presidennya mo datang melihat secara langsung permainan timnas Indon. Timnas Malaysia payah, suporternya juga langsung kabur begitu melihat timnas Malaysia kalah.
– Timnas Malaysia tidak didukung pemerintah. Tak ada satu pun pejabat tinggi negara yang datang melihat permainan timnas ketika bertanding. Tak seperti Indonesia, sampai presidennya mau datang melihat permainan timnas.
– Timnas Indon bisa menahan juara IV world cup 2003 Korsel 0-1, timnas Malaysia malah kebobolan 0-5 sama China.
– Kekalahan timnas Malaysia adalah bagian dari tanggung jawab supporter. Supporter Malaysia langsung kabur begitu timnas kalah versus China. Sedangkan supporter Indon mendukung penuh timnasnya, menang atau kalah.

Trus, beberapa hari lalu, PM Malaysia, yang kelihatannya gerah juga diprotes kekalahan timnas, menunjuk beberapa menteri di kabinetnya untuk menjadi bapak asuh olah raga tertentu. Ada menteri yang jadi bapak asuh untuk sepak bola, badminton, polo, dan rugby..Kemudian, hari ini gw dengar menpora (Menteri Pemuda dan Olah raga)-nya Malaysia bakal mengucurkan dana tambahan bagi pembinaan atlet (gw rasa itu dah termasuk dengan pemberian permanent resident bagi Rexy M, pelatih badminton timnas Malaysia..dari Indonesia).

Gw si ngangkak aja. Gw rasa tolol juga orang-orang di pemerintahan Malaysia. Bukannya mikirin gimana nasib rakyatnya, tapi malah memboroskan duit pajak rakyat untuk kegiatan yang ga berguna.

Tapi di sisi lain, inilah salah satu keberhasilan grass-root Indonesia. Sepak bola dan bulutangkis kayanya dah jadi olah raga rakyat. Sampai-sampai banyak ortu yang rela menyekolahkan anaknya ke sekolah sepak bola, padahal sekolah sepak bola ga disubsidi pemerintah lo.

Kl di Malaysia si, mana ada sekolah sepak bola. Kegiatan olah raga yang serius di sini cuma kegiatannya KONI pemerintah. Kl penduduk Malaysia si kayanya cuma sekedar maen aja.

So, gimana kl konsep grass-root ini kita pindahkan ke iptek ? Kira-kira berhasil ga ?


  1. Ya rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri, Realita kehidupan..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Recent Posts

  • Archives

  • Categories


%d bloggers like this: