Migrasi Industri TPT ke Industri Elektronika Dasar

Industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) Indonesia pernah berjaya dari tahun 80’an sampai 90’an..Sampai-sampai Sudharmono dapat monopoli Cinema 21 dan distribusi film-film Hollywood, karena mengekspor tekstil ke US (gw doain cepet mampus tu Sudharmono..penghisap darah rakyat).

Sayangnya, industri TPT adalah jenis industri yang mengandalkan low-price high-quantity. Karena itu, dulunya industri macam ini bermain dengan menekan upah buruh semurah mungkin, plus menggunakan mesin-mesin bekas untuk produksi..Sekarang, berhubung Cina dan Vietnam bisa menyediakan buruh dengan harga murah, industri ini mendekati ajal..Tololnya lagi, duit yang didapat dari masa jaya industri ini, ga pernah digunakan untuk re-investasi beli mesin baru..

So, mampuslah industri TPT Indonesia beserta ribuan buruhnya..Untungnya, depperin berusaha agar industri ini tidak collaps, dengan menyuntikkan pinjaman pemerintah untuk pembelian mesin-mesin baru (Note : untuk semua pengusaha TPT, baik kecil / menengah / besar).

Layakkah pinjaman depperin itu ???

Gw bilang KAGAK. Alasannya :
1) Industri TPT sudah mature dan hanya sedikit perusahaan yang dapat bermain disini. Kecuali para pemain industri ini dapat menemukan niche market, gw rasa pinjaman pemerintah bakal berakhir dengan gagal bayar a.k.a macet alias default (apa nanti kita perlu bikin BLBI lagi untuk menalangi utang pengusaha TPT ??? )

2) Kl dibilang ga punya duit untuk beli mesin baru, gw ga percaya. Yang gw tau, duit dari hasil industri ini diputar oleh pemiliknya ke industri lain selain industri TPT (atau malah diparkir di LN??) dan mereka ga mau reinvestasi di industri TPT lagi karena udah tau bahwa industri ini ga punya masa depan.

So bagaimana solusinya ? Bagaimana kl menawarkan industri elektronika dasar sebagai pengganti industri TPT ?

Industri elektronika dasar (produksi konektor, resistor, kapasitor, induktor, kabel, timah, dsb) adalah jenis industri yang menyerap tenaga kerja, berbeda dengan industri semikonduktor yang cenderung padat modal..Lagipula, dengan hadirnya industri elektronika dasar, kemungkinan bahwa Indonesia mampu membangun industri elektronikanya sendiri semakin besar..

Gw rasa itu adalah yang dilakukan oleh pemerintah Korsel dan Taiwan, sewaktu mereka membangunkan industri elektronika mereka 50 tahun yang lalu.

Kenapa tidak kita coba ??




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s


  • Recent Posts

  • Archives

  • Categories


%d bloggers like this: