Perbanyak SMK, jangan SMA

Ini pendapat saya, dr review penolakan buruh thd revisi UU no 13/2003..

Knp buruh menolak revisi ? Knp pemilik modal ingin revisi ?

Buruh di Indonesia berpendidikan sangat rendah (bandingkan dengan buruh di eropa). Rata-rata tidak lulus SD, sedikit yang lulus SMP, sangat sedikit sekali yang lulusan SMA/SMK (kl lulusan SMA/SMK jarang yang menjadi buruh). Para buruh ini, karena tidak mempunyai skill dan tidak berpendidikan, hanya mengandalkan pada kekuatan mereka saja.

Masalahnya, industri otomatisasi saat ini telah jauh berkembang pesat. Tenaga manusia hampir tidak dibutuhkan, mesin menjadi lebih efektif dan harga mesin-mesin otomatis turun drastis dalam satu dekade belakangan ini.

Tuntutan pemegang modal jelas : kalo kemampuan Anda tidak bisa melebihi kemampuan mesin, biaya operasi Anda (baca : gaji) harus lebih rendah dari biaya operasi mesin. Kl tidak, lebih baik beli mesin drpd menggaji buruh. Kl peraturan pemerintah tidak mengizinkan mesin menggantikan buruh (misal : memperketat aturan PHK/pesangon), pemilik modal akan lari ke Vietnam / Kamboja / Laos dan lebih banyak lagi jumlah pengangguran di Indonesia. (Inilah point dasar yang memaksa pemerintah me-revisi UU 13/2003).

Bagaimana cara kita menaikkan kesejahteraan buruh dan sebagian besar rakyat Indonesia ?

Pertama-tama, tenaga mesin lebih kuat dari tenaga manusia, tapi otak manusia jelas melebihi kemampuan mesin berpikir.

Karena itulah, buruh kita HARUS memiliki SKILL (jangan extra JOSS alias tenaga doang). Caranya : dengan menyediakan pendidikan keahlian yang lebih terjangkau..

Kl dipikir-pikir, biaya operasi SMK tu mestinya lebih murah dr SMA. SMK elektro, misalnya, nggak perlu biaya untuk lab biologi dan kimia kan ? Lagipula, dr sisi tujuan, lulus SMK langsung siap kerja. Lulus SMA si biasanya masi blo’on (fakta ni). Disuruh gini-gitu pasti ga bisa. Nilai jual SMK juga lebih tinggi dari SMA, krn mereka punya pengetahuan ttg prinsip cara kerja mesin, prinsip penggunaan, dan praktek. Kl mesin rusak atau nggak beres, lulusan SMK cepat tanggap dan bisa memperbaiki (fakta juga ni)..

Kl pemerintah sampai bikin pelajaran tambahan supaya lulusan SMA bisa langsung kerja, itu artinya salah pakem kl org jawa bilang. Apalagi kl menambah jumlah SMA drpd jumlah SMK. Udah biaya operasi SMA lebih mahal, lulusannya jadi pengangguran lagi (kl ga bs dapat pendidikan tinggi)…

Kl buruh kita punya skill, pasti pemilik modal tidak akan menggaji sebatas UMR. Pasti nasib buruh ga akan kaya budak belian. Pasti banyak org yg bisa tidur pulas dgn perut kenyang di negeri ini. Pasti negara ini maju..

Andai … andai..




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s


  • Recent Posts

  • Archives

  • Categories


%d bloggers like this: