Industri Padat Modal vs Padat Karya

Gimana cara pandang yang pas terhadap kedua jenis industri tersebut ?

Perlukah industri padat modal dibatasi untuk memeratakan kesejahteraan, dengan asumsi bahwa industri padat karya akan jauh berkembang jika industri padat modal dibatasi (paradigma 1978 dan orde baru) ? Ataukah kita perlu mengadakan peraturan khusus untuk meningkatkan industri padat modal tapi mengorbankan industri padat karya ?

Gimana kalo nggak kedua-duanya ? Bukan jadi golput ni..Tapi siapa tau bahwa keputusan yang tepat emang tidak ngapa-apain.

Kedua jenis industri tersebut harusnya dipandang sebagai diversifikasi portofolio pemerintah. Ada pepatah yang mengatakan “Dont put your eggs in one basket”. Dalam hal ini, kedua jenis industri tersebut bisa dikatakan berbeda tapi saling melengkapi.

Industri padat karya cenderung berorientasi ke komoditi (pertanian, perkebunan, sepatu, tekstil, rokok, dll). Industri semacam ini sangat rawan terhadap perubahan harga. Jika harga buruh di Indonesia lebih mahal daripada Vietnam, industri padat karya Indonesia akan terpukul berat, kecuali ada yang bersedia jadi buruh dengan upah semurah-murahnya atau gratisan.

Industri padat modal justru sebaliknya. Industri semacam ini sangat bergantung pada keahlian SDMnya. Jarang terjadi industri padat modal kolaps karena ada perubahan harga di pasar. Tapi yang jelas, industri ini akan hancur, jika tidak ada SDM berkualitas yang mampu mengembangkan teknologi (karena teknologi adalah survival key untuk industri padat modal).

Gw rasa langkah yang paling tepat adalah mengembangkan keduanya secara bersamaan. Industri padat modal cenderung lebih susah dikembangkan, dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum bisa dipanen. Selama tahun-tahun itu (sebelum industri padat modal berbuah), industri padat karya mestinya bisa digunakan untuk mensupport kegiatan pemerintah. Jika industri padat modal telah tumbuh, teknologi yang dipanen dari industri tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan level produksi industri padat karya.

So, dengan mensupport kedua jenis industri ini, pemerintah harusnya bisa membangun spiral kesejahteraan (makin lama, rakyat makin sejahtera). Kl hanya berpegang pada salah satu industri, nasib kita mah ga akan beranjak jauh dari sekarang (harga minyak naik, harga barang naik, investor kabur ke Vietnam, PHK dimana-mana, besok ga tau mo makan apa..)

Punya plan ke depan dong !! Gimana si ??


  1. Setuju mas, seharusnya padat karya dan padat modal, berjalan bersamaan.

  2. makin lama, rakyat makin sejahtera….jargon ini siapa yg ngucapin pertama kali ?

  3. @uwiuw
    Eh, emang ada ya jargon “makin lama, rakyat makin sejahtera” ? Kuper gw..

  4. hahaah iya kayakya orang pks deh…atau gw juga salah denger :)

  5. iga endah mawarni

    i like this….!!!




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Recent Posts

  • Archives

  • Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: